Hidup seperti roda....
Semua pasti tahu arti ungkapan ini. Ungkapan singkat ini menggambarkan bahwa hidup selalu mengikuti waktu, berjalan beriringan, berputar seperti roda yang berjalan. Ada kalanya perputaran itu cepat sehingga dalam waktu cepat posisi kita berpindah dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. Adakalanya perputaran roda itu lambat hingga kita berlama lama di atas atau bahkan sebaliknya.
Lalu apa kaitannya dengan kondisi hidup kita yang mungkin terasa begini begini saja. Tidak di atas namun di bawah pun tidak. Hidup kita seolah olah di posisi akan jatuh ke bawah atau mungkin sebagian kecil berputar menuju ke atas. Yang terbaik tentu saja jika posisi kita sedang berputar menuju ke atas. Tidak terlalu penting apakah ia berputar cepat atau lambat karena yang paling penting adalah setelah kita menempati posisi di atas maka kendalikan pijakan supaya tidak ikut perputaran roda menuju ke bawah. Tentu saja hanya yang bijak dan pandai mengendalikan diri yang akan bisa bertahan di posisi atas karena posisi ini adalah posisi tersulit dimana kita berada di tempat yang paling atas. Setiap kemungkinan bisa saja terjadi. Kemungkinan pertama adalah, kita bisa bertahan di atas dengan mengendalikan pijakan kaki kita sehingga tidak tergelincir atau ikut meluncur ke bawah bersama perputaran roda. Kemungkinan kedua adalah, kita tidak pandai mengendalikan diri sehingga sedikit oleng lalu tersangkut dan turun perlahan bersama perputaran roda. Kemungkinan ketiga adalah yang terburuk, kita menjadi mabuk kepayang, lupa diri dengan posisi kita sehingga lupa daratan dan tidak peduli lautan. Yang ada di otak hanya udara karena merasa diri di atas angin. Maka saat mabuk itulah angin sepoi sepoi yang terasa lembut pun akan menghantam hingga membuat jatuh bebas dan tersungkur di atas daratan atau tenggelam sampai ke dasar lautan. Naudzubillah....
Kawan, begitulah ibaratnya hidup kita yang mungkin saat ini sedang berputar ke atas. Status sosial yang sebentar lagi kita sandang terdengar begitu terhormat di masayarakat. namun kita semua perlu hati hati dan berbuat segala sesuatu dengan bijak. Semoga Allah selalu membimbing kita semua. Amin...
Sabtu, 18 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar