"Assalamualaikum.."
Sebuah salam menyapaku...
Aku menoleh pada sosok pemberi salam itu. Ia tersenyum, mengulangi lagi salam yang belum kujawab.
"Assalamualaikum..." katanya lagi
Aku tergagap menjawab salamnya. "Wa.. waalaikumsalam warohmatullah wabarokatuh"
Aku sungguh kaget dengan kehadiran sosok wanita berjubah putih ini. Terlihat bersih dan bersinar di mataku.
"Siapa ya?" tanyaku penasaran
Dia tersenyum lagi sebelum menjawab pertanyaanku. " Kamu lupa sama aku?"
Waduh, aku malu. Jujur saja, aku bukan pengingat nama orang yang baik. Tapi wajahnya sangat familiar buatku. Siapa ya?
" hmm maaf saya lupa. tapi saya kenal wajah kamu, tapi lupa namamu."
Dia tersenyum lagi. Orang ini ramah sekali. Oh tidak, tepatnya dia terlihat sedang berbahagia sekali.
"Kamu benar - benar lupa siapa aku?" tanyanya
"I.. Iya, maaf ya. Yang kuingat hanya wajahmu... Mirip teman SMA ku"
Aku merasa bersalah sekali pada sosok serba putih ini. Wajahnya putih bersih. Cantik sekali. Ah, tapi kenapa aku sampai lupa namanya...
"Aku Mutia, Wi. Ingat? Aku memang teman SMA kamu. Dulu kita sama sama di DAFA, DKM Alfurqan akhwat. Ingat kan?"
Aku terperanjat. Mutia? Ya Allah...
Sebentar!
Ya aku ingat.
"Ya Allah Mutia, iya aku ingat sekarang," Aku tertawa senang "maaf ya Mut, sampe lupa namamu padahal aku familiar sekali dengan wajah bulemu hehe..., gimana kabarnya? Sudah lama ya kita ngga bertemu"
Sosok berjilbab putih panjang itu tersenyum tipis. " Aku baik baik aja, Wi. Alhamdulillah."
Dia duduk di sebelahku setelah dari tadi berdiri di depanku.
"Aku boleh duduk di sini?"
"Oiya, boleh" aku menggeser posisiku.
"Kenapa ada di sini, Mut?" tanyaku
"Aku cuma mampir sebentar. Aku mau ketemu teman teman."
"Ketemu siapa?" tanyaku lagi
"Salah satunya kamu, Wi" jawabnya sambil meraih tanganku. Aku rasakan tangannya begitu dingin. Padahal cuaca hari ini panas sekali.
"Ada apa, Mut? kok tiba tiba mau ketemu aku?"
" Cuma mau ketemu aja dan bilang terima kasih."katanya masih disertai senyum seperti tadi.
Terima kasih? aku bingung. Rasanya sudah 7 tahun lebih aku tidak bertemu Mutia. Jasa apa yang udah aku buat sampai Mutia mau datang kesini jauh jauh cuma untuk bilang terima kasih...
"Sudah ya, Wi. Aku ngga punya banyak waktu. Assalamualaikum..."
"Lho, Mutia...!!" aku berusaha menahannya. Kenapa dia tiba tiba pergi?...
Astaghfirullah!! aku terbangun. Ya Allah, cuma mimpi!!
Kenapa tiba tiba Mutia masuk dalam mimpiku? batinku.
Mutia, teman SMA yang meninggal karena kecelakaan mobil saat kami di kelas 2. Mutia yang pernah mengisi hari hariku selama 1,5 tahun di sekolah baru saja menemuiku dalam mimpi. Barusan itu kenapa jelas sekali, seolah olah benar benar terjadi...
Apa tadi? Terima kasih? Terima kasih untuk apa?
Ah... sudahlah, mungkin hanya mimpi. Aku beranjak ke kamar mandi. Sudah subuh sejak 5 menit yang lalu.
(Mengenang sahabat yang telah menghadap Allah 7 tahun yang lalu... Kenapa tiba2 hadir dalam mimpiku?)
Rabu, 15 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar