Sabtu, 10 Januari 2009

Sedikit cerita dari sebuah reality show

Saya sempat menonton acara reality show di sebuah stasiun televisi swasta beberapa kali. Biasanya sekedar menemani waktu istirahat setelah pulang dari kampus. Reality show ini selalu menayangkan seseorang yang ingin dipertemukan dengan orang lain yang ada kaitannya dengan kehidupannya di masa lalu. Misalnya mencari keluarga yang hilang, mencari perempuan yang pernah dia lihat dan dia sukai, teman yang pernah menipu, dan lain-lain. Sekilas acara ini memang agak unik. Banyak sekali hal-hal yang bersifat sangat pribadi maupun aib yang seharusnya ditutupi menjadi diketahui jutaan orang yang menonton acara ini. Walaupun di akhir acara selalu tertulis semua hal yang ada di acara tersebut sudah mendapat ijin dari yang bersangkutan.
Hmm, jujur aja, selalu ada hal baru yang saya ambil hikmahnya dari kisah mereka. walaupun saya lebih sering menyangka kisah2 itu fiktif belaka.

Kali ini adalah episode dimana seorang laki2 meminta tolong pemilik acara reality show tersebut untuk membantu mempertemukan dia dengan mantan2 pacarnya karena suatu alasan yang awalnya belum saya mengerti kenapa.

Si laki2 ini sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Tapi ada satu hal yang membuatnya harus bertemu dengan para mantan pacarnya yaitu dia ingin meminta maaf. Minta maaf? Ada apa dengan masa lalu laki2 ini sehingga dia begitu terobsesi mencari 4 wanita 'hanya' untuk meminta maaf. Padahal 3 dari 4 orang diantaranya sudah menikah dan punya anak juga. Saya mencoba menebak nebak, dosa apa yang dia perbuat?

Perempuan pertama tidak berhasil dia temui. laki2 ini hanya bertemu dengan kedua orangtuanya saja. Dan apa yang terjadi? si bapak dari mantan pacarnya ini marrraah bukan kepalang melihat laki2 ini di hadapannya. Permintaan maafnya benar2 tidak dipedulikan.

Perempuan kedua, berhasil ditemui di rumah mertuanya. Yang ini cukup menarik kejadiannya, karena si perempuan yang sebelumnya berpenampilan serba terbuka sekarang sudah rapi berjilbab dan terlihat santun. Dia dengan mudah memberikan maaf pada laki2 yang pernah menyakitinya waktu masih pacaran dulu. Perempuan ini juga terlihat sangat bisa mengendalikan diri. Setelah menyatakan bahwa dia menerima permintaan maaf tersebut, laki2 itu diminta segera meninggalkan rumah mertuanya karena sebentar lagi suaminya pulang. Dan dia tidak mau mertua perempuan yang terlihat sopan di acara ini terlibat dalam urusan yang sepele seperti itu.

Rasa penasaranku belum terjawab. Dosa apa sebenarnya yang dilakukan laki2 ini?

Perempuan selanjutnya ternyata sudah punya pacar lain. Atas 'ijin' sang pacar, si perempuan ini diijinkan untuk menemui laki2 tersebut. Sama seperti dugaanku. Perempuan ini langsung emosi. Marah ngga karuan dan menampar laki2 itu. Pada intinya dia ngga mau perduli dengan permintaan maaf laki2 itu.

Perempuan ketiga, sama saja. Marah dan tidak mau menerima permintaan maaf laki2 itu. Apalagi sekedar mendengar alasannya meminta maaf. Singkat cerita, ternyata perempuan ini sudah punya anak, namun anak tersebut adalah hasil hubungan di luar nikah dengan laki2 yang meminta maaf tersebut. Luar biasa kacau.

Perempuan terakhir, saat ditemui sedang dalam kondisi hamil besar. Dan sama seperti dugaanku lagi. Dia marah besar. Tapi ternyata sungguh memilukan. Rasa marah itu sampai membuat kehamilannya terancam bahaya. Tiba2 saja ketubannya pecah dan kru reality show menjadi sangat panik, sibuk menolong perempuan malang itu. Setelah memanggil ambulance, semua ikut mengantar ibu hamil ini ke rumah sakit. beberapa saat kemudian, datanglah suami si perempuan ini. Setelah melihat kondisi istrinya di kamar bersalin, si suami keluar lagi menemui kru TV dan menyampaikan terima kasih atas bantuannya. Namun yang terjadi selanjutnya adalah, bogem mentah si suami perempuan itu melayang ke muka si laki2 yang berniat meminta maaf.

Wah, saya kaget melihat kejadian itu. Luar biasa besarkah dosa laki2 ini? tapi apa?

Di akhir acara, saya baru tahu kalau laki2 ini memang sudah menyakiti semua perempuan yang pernah 'dekat' dengannya. Tapi bukan itu yang menjadi fokus kisah ini. Yang menjadi masalah adalah, kedua anak si laki2 tersebut cacat berat mukanya. Entah penyakit apa yang membuat muka kedua anaknya tersebut begitu menyeramkan. Insting kedokteranku menebak2, genetik kah? atau penyakit kelamin berat yang bisa menular pada janin saat dalam rahim ibunya, sehingga anak2 berusia sekitar 3 tahun itu cacat berat seperti yang diperlihatkan di layar televisi. Namun, laki2 ini beranggapan kecacatan dua anaknya tersebut karena karma. Dia merasa, semua itu karena dia pernah menyakiti perempuan2 yang sebelumnya menjadi pacarnya.

Hmm.. saya cukup bingung dengan alasan ini. Aneh. Insting ilmiahku masih menolak alasan laki2 tersebut.

Tapi di sisi lain saya berpikir, bisa saja itu hukuman dari Allah yang ditimpakan ke laki2 tersebut. Namun entah karena apa. Mungkin dosa2 yang diperbuat pada perempuan2 tadi atau dosa lain yang belum dia sadari.

Saya jadi teringat, saat ini banyak orang menerima ganjaran atas dosa2nya di dunia. Beberapa kasus yang menimpa pasien di rumah sakit tempat saya belajar banyak menjelaskan hal tersebut. Sepertinya Allah sudah benar2 marah dengan ulah manusia dan tidak mau menunda hukumannya di akhirat. Apakah dalam kasus ini juga begitu? Allah yang maha tahu.

Tidak ada komentar: